Drama Komedi Betawi
grup Cempaka Mulia, Pimpinan Fauzi Hambali
Anjungan DKI Jakarta
Taman Mini Indonesia Indah
Jl. Raya Pintu I TMII
Tiket masuk TMII Rp. 10.000
+6221 840 9270
Drama Komedi Betawi
grup Cempaka Mulia, Pimpinan Fauzi Hambali
Anjungan DKI Jakarta
Taman Mini Indonesia Indah
Jl. Raya Pintu I TMII
Tiket masuk TMII Rp. 10.000
+6221 840 9270
Labels: lenong, Taman Mini, tradisi
28 September 2007 | 20:30
Sanggar Baru
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73
T 3193-7325
Pemain Dian, Resinta, Fury, Sasi, Mimin, Aldri, Suzuki, Ety, Yo Kostum Kipas collection
Tatamusik Aan Haan Tatapanggung Hendro Tatatari Madia Patra Ismar Sutradara & Naskah Dojo Ide
11 September 2007 | 19:00
Gedung Teater Besar
Pusat Kesenian Jakarta
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73
Untuk keenam kalinya pada tahun 2007 ini Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Prov. DKI Jakarta menyelenggarakan Komedi Betawi pada tanggal 11 September 2007 pukul 19.00 WIB. Ada hal yang istimewa pada kali pertunjukan ini yaitu bertepatan dengan soft opening Gedung Teater Besar Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang terletak di Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat. Nantinya Gedung Teater Besar ini akan menjadi salah satu pusat kesenian termegah di Asia. Biasanya pergelaran Komedi Betawi dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta.
Tema yang diangkat adalah Raden Saleh, yaitu nama seorang tokoh pelukis yang pada zamannya hasil lukisannya terkenal hingga ke seantaro Eropa..
Pendukung Komedi Betawi kali ini selain para komedian senior Betawi seperti H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Rini SBB, Kubil, Edi Oglek, Rudi Sipit, Rita Hamzah, Jaya dan Madih, juga di dukung beberapa pejabat di lingkungan Pempvrov DKI Jakarta seperti Hari Sanjoyo (Ass. Keuangan), Muhayat (Walikota Jakarta Pusat), Camat Menteng dan juga Lurah Cikini. Sebagai bintang tamu diantaranya artis Cut Memey, Hemalia Putri, Jojon, Tarzan dan lainnya. Sutradara Syaiful Amri dibantu Asisten Sutradara Maulana Firdaus dengan Koordinator Musik Tatang Suhenda.
Secara singkat, sinopsis Raden Saleh sebagai berikut :
Raden saleh merupakan anak Indonesia yang mempunyai talenta bagus di jamannya. Ia amat berbakat melukis, terlebih ia dirawat oleh pamannya yang menjadi Bupati di jajaran pemerintahan Hindia Belanda, oleh karena itu Raden Saleh mendapat pendidikan yang lebih terarah. Berkat bakatnya itu ia di hargai oleh pemerintah Belanda, ia pun diberi kesempatan untuk menimba ilmu di negeri Belanda. Ada yang bilang ia dikirim ke Belanda untuk menghindari kemungkinan ia akan membantu Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Di negeri Belanda itu ia banyak menghasilkan lukisan lukisan yang menarik perhatian pelukis pelukis ternama di Eropa. Namanya pun tersebar dikawasan Eropa, karena ia banyak membuat lukisan yang bertema binatang buas dengan beraliran Romantis yang merupakan gaya senilukis Raden Saleh ini sehingga ia dikagumi dimana-mana. Setelah ia banyak belajar di Eropa akhirnya ia kembali ke Indonesia. Karena di Eropa ia berhasil, di Indonesia ia membangun rumah yang sangat megah dipinggir kali Ciliwung, kini terkenal sebagai Rumah Sakit Cikini, dan perlu diketahui bahwa tanah yang disebut sebagai Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki merupakan tanah kepunyaan Raden Saleh. Raden Saleh menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya, tepatnya di Bogor yang saat itu ia memegang jabatan Konservator koleksi benda-benda seni. Bangsa Indonesia pun akan selalu mengingat Raden Saleh sebagai seniman yang berjasa untuk kesenian di Indonesia ini.
Informasi: 526-3236
Independent Art Festival
21 Agustus 2007 | 20:00
Gedung Kesenian Jakarta
Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta 10710.
T 380-8283, 344-1892
F 381-0924
gkj@pacific.net.id
www.gedungkesenianjakarta.com
Komedi Betawi “ Si Jagur”
Sutradara Syaiful Amri Tata Musik Andi Suhandi Tata Panggung Djudjun Cs. Pemain H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil, Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Malih dan lain-lain Bintang Tamu Artis-artis Ibukota
Suatu malam Raja Padjajaran bermimpi buruk. Ia mendengar suara gemuruh dari sebuah senjata yang kelihatan sangat dashyat dan tak dikenal tentaranya. Sang Raja memerintahkan patihnya, Kiai Setomo untuk mencari senjata ampuh tersebut.
Apabila gagal akan dihukum mati, dalam mengupayakan senjata ampuh tersebut Kiai Setomo dan istrinya Nyai Setomi bersemedi di dalam rumah. Setelah sekian lama Sang Patih tidak kelihatan, sang Raja memerintahkan para prajurit menggeledah rumah Kiai Setomo. Namun tidak ditemukan siapapun di dalam rumah itu, kecuali dua buah pipa aneh yang besar. Ternyata Kiai Setomo dan Nyai Setomi telah berubah wujud menjadi dua buah meriam seperti mimpi Raja.
Cerita berubahnya suami istri menjadi meriam tersiar kemana-mana hingga terdengar oleh Sultan Agung Mataram. Lalu Beliau memerintahkan agar kedua meriam itu dibawa ke Mataram, namun meriam jantan Kiai Setomo menolaknya, bahkan melarikan diri ke Batavia. Warga Batavia gempar menyaksikan benda tersebut dan menganggap benda yang dilihatnya itu barang suci. Mereka lalu menutupinya dengan payung untuk melindunginya dari terik matahari dan hujan. Kemudian meriam jantan Kiai Setomo tersebut diberi nama Kiai Jagur atau Sang Perkasa. Sedangkan Nyai Setomi diboyong ke Mataram.
Si Jagur ditempatkan di bagian utara Taman Fatahilah, diantara gedung kantor pos Jakarta Kota dan Kafe Batavia. Moncong meriam diarahkan ke pasar ikan, lurus kearah Jl. Cengkeh, membelakangi Balai Kota.
Independent Art Festival
1 Agustus 2007 | 20:00
Gedung Kesenian Jakarta
Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta 10710.
T 380 8283, 344 1892
F 381 0924
gkj@pacific.net.id
www.gedungkesenianjakarta.com
Batu Ampar - Komedi Betawi
Kawasan Condet atau yang disebut juga sebagai Condet Batuampar merupakan bagian dari kelurahan Batuampar, kecamatan Kramatjati, Kodya Jakarta Timur.
Legenda dibalik nama kawasan tersebut bermula dari sepasang suami istri yang bernama Pangeran Geger dan Nyai Polong. Salah seorang anaknya bernama Siti Maemunah yang terkenal cantik. Saat Maemunah sudah dewasa, ia dilamar oleh Pangeran Astawana anak dari Pangeran Tenggara atau Tonggara asal dari Makasar yang tinggal di sebelah timur Condet.
Kedua orang tua Siti Maemunah menyetujui lamaran tersebut dengan syarat dibangunkan sebuah rumah dan tempat bersenang-senang di atas empang dekat kali Ciliwung yang harus selesai dalam waktu satu malam. Permintaan tersebut disanggupi dan terbukti keesokan harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di empang pinggir kali Ciliwung dengan jalan diampari batu, mulai dari tempat kediaman keluarga Pangeran Tenggara. Demikian menurut cerita tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu disebut Batu Ampar.
Sutradara Syaiful Amri Tatamusik Andi Suhandi Tatapanggung Djudjun Cs Pemain H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil, Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Malih dan lain-lain Bintangtamu Artis-artis Ibukota
Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta
Selasa, 17 Juli 2007 | 20.00
GEDUNG KESENIAN JAKARTA
Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta 10710.
T 380 8283, 344 1892
F 381 0924
gkj@pacific.net.id
www.gedungkesenianjakarta.com
KOMEDI BETAWI “PONDOK RANGON”
Sutradara: Syaiful Amri
Penata Musik: Andi Suhandi
Penata Panggung: Djudjun Cs.
Pemain: H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil, Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Malih dan lain-lain
Bintang Tamu: Tessa Kaunang & Dicky Chandra
Pada Zaman Betawi tempo dulu, hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua, sang suami yang sudah aki-aki dipanggil Mbah Santri oleh masyarakat setempat. Rumah kediaman mereka berbentuk panggung dengan tinggi lebih kurang 2 meter. Bentuk bangunan yang demikian itu disebut “Rangon”.
Mbah Santri terkeal di lingkungannya, ada yang menyukainya dan ada juga yang tidak menyukai keberadaan Mbah Santri. Hingga suatu hari saat menjelang ajalnya, Mbah Santri berpesan agar kelak nama daerah tempat ia tinggal dinamakan “Rangon” dan sampai saat ini daerah tersebut masih ada di perbatasan Jakarta dengan Bekasi di Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur.
Informasi & Undangan:
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta/
3 Juli 2007 | 19:30
Gedung Kesenian Jakarta , Jl. Gedung Kesenian No. 1, Pasar Baru
Pemain: H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Rini SBB, Kubil, Edi Oglek, Rudi Sipit, Rita Hamzah, Jaya, Madih. Bintang Tamu: Hemalia Putri, Cut Memey Sutradara: Syaiful Amri
Satu daerah tua di kawasan Jakarta Pusat, pada masa VOC merupakan daerah di luar kota yang dikelilingi tembok, sejak abad ke 18 dihuni oleh kaum pedagang Tionghoa. Pintu Kecil, yang pernah pula dikenal dengan sebutan "Pintu Amsterdam", terletak sedikit berada diluar "kota berbenteng" di sekitar Pasar Ikan dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sesuai namanya dulu terdapat sebuah pintu kecil untuk masuk kedalam benteng Kota Batavia. Pada Awalnya orang Tionghoa banyak yang bertempat tinggal di dalam tembok kota. Namun sesudah terjadi Pemberontakan Cina 1740, terdapat satu peraturan yang melarang orang Tionghoa tinggal di dalam kota. Mereka kemudian berkelompok dan membentuk satu daerah tersendiri yang kemudian disebut Pintu Kecil.
T 526 3236, 526 3223
23 - 24 Juni 2007
Hutan Kota Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat, dimeriahkan oleh para tokoh Betawi. Lomba mancing, lomba band, lomba makanan khas Betawi (dodol Betawi, kerak telor, dll).
Hutan kota Srengseng merupakan satu-satunya hutan kota di tengah ibu kota Jakarta.
Di areal 15 hektar itu didirikan panggung-panggung, seperti ´Rumah Joglo´ untuk pergelaran kesenian seperti gambang kromong, tari topeng, samrah, marawis, lenong betawi. Di sekitar danau, panggung hiburan seperti dangdut, band, dan lainnya. Juga ada puluhan stan menjual bebagai cinderamata khas Betawi, pakaian jadi, makanan, minuman, dan mainan anak-anak. [Sumber dan foto: Berita jakarta
18 Juni 2007 | 19:30
Jakarta Anniversary Festival
Gedung Kesenian Jakarta
Jl. Gedung Kesenian No. 1 Pasar Baru Jakarta 10710
Sutradara Syaiful Amri
Tatamusik Andi Suhandi
Tatapanggung Djudjun cs
Pemain H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil, Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Madih dll.
Undangan: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman T. 526 3236
Copyright © 2007 - pentas batavia - is proudly powered by Blogger
Illacrimo - Design of Design Disease
- To blogger by Blog and Web