Showing posts with label Goethe. Show all posts
Showing posts with label Goethe. Show all posts

Mira Veronica Ong dan Krisna Setiawan

Konser Piano | Piano Concert
15 Januari 2008 | 19.30
GoetheHaus
Jl. Sam Ratulangi 9-15
Menteng, Jakarta Pusat
T 2355-0208
kultur@jakarta.goethe.org

Berkesenian tidak dapat menjamin kehidupan yang layak secara material. Itulah pendapat yang diyakini banyak orang – tetapi seni, dalam bentuk apapun juga, dapat digabungkan dengan hal-hal lainnya. Contohnya Iannis Xenakis, seorang komponis musik kontemporer yang sangat penting, adalah juga seorang pakar matematika dan arsitek besar.

Demikian juga dengan Mira Veronica Ong dan Krisna Setiawan yang sukses sebagai orang bisnis, mereka hidup dalam dua dunia. Hobi mereka bisnis, bukan musik, karena musik sudah menjadi hakekat hidupnya. Memang aneh, tapi begitulah kenyataannya. Kita akan saksikan permainan pianonya dalam acara yang akan digelar di GoetheHaus. Kedua pianis ini tinggal dan bekerja di Surabaya. Mereka menganggap Slamet A.Sjukur, komponis terkenal Indonesia, sebagai guru-spiritualnya dalam musik. Slamet sendiri mengagumi kedua sahabatnya itu.

Read More...

Japan Contemporary Dance Network

5 September 2007 | 20:00

Goethe Haus
Jl. Sam Ratulangi No 9-15, Menteng Jakarta Pusat
T 2355 0208
F 2355 0201
goethebi@rad.net.id

Akamarukyuujyousyou, Daiji Meguro (Ko & Edge Co.), Yukio Suzuki (Ko & Edge Co.) dan Hiroyuki Miura yang tergabung dalam “ Japan Contemporary Dance Network” – Jejaring Seni Tari Kontemporer Jepang (JCDN) akan menampilkan rangkaian tari kontemporer Jepang di negara-negara Asia termasuk Indonesia.
Di Indonesia mereka akan tampil pada acara Gelar Koreografi KOTA dalam pentas tari, workshop dan diskusi yang diselenggarakan atas kerjasama the Japan Foundation, Dewan Kesenian Jakarta, Goethe Institut, Yayasan Kelola, beberapa lembaga sponsor serta didukung oleh the Agency for Cultural Affairs Government of Japan.

Read More...

Q! Festival | 25-2

25 August - 2 September 2007
This year Q! Festival presents films with coming-of-age and journey into adolescence under the theme umbrella called "Youth Revisited".

All the films have been selected in some pretigous festivals. Also a World Premiere of a short film "Twogether" by Singaporean director Victric Thng and a short documentary film "Paris Dreams Continued" by local director Dhani Agustinus.
There are also Q!Gossips where everyone can chat around with some filmmakers, novelists in depth. To answer some curiosity behind the making of a film, there will a behind-the-scene photo exhibition of a Japanese film called "First Love" at Japan Foundation during the festival.
Continuing the festival in Jakarta, 3 films will screen in Seminyak, Bali where people will watching film by the beach.

Film Screening Venues in Jakarta:

Blitz Megaplex - Grand Indonesia
Capacity: 144 seats
Jl. M. H. Thamrin 1, 8th Floor
T 2358 0200

Cemara 6 Gallery - Capacity: 60 seats
Jl. HOS Cokroaminoto 9 – 11
Menteng, Jakarta Pusat
T 3192 4505

Centre Culturel Francais (CCF) - Capacity: 43 seats
Jl. Salemba Raya 25
T 390 8585, 390 8580

Erasmus Huis - Capacity: 350 seats
Jl. H. R. Rasuna Said Kav. S-3
Kuningan, Jakarta Selatan
T 524 1069

Goethe Haus - Capacity: 301 seats
Jl. Sam Ratulangi 9 – 15
Menteng, Jakarta Pusat
T 2355 0208

Japan Foundation - Capacity: 120 seats
Summitmas I, 2th – 3th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav 61 – 62
T 520 1266

Kineforum
TIM 21 Studio 1 - Capacity: 139 seats
Jl. Cikini Raya 73
T 3193 4720

Subtitles DVD
Pixel Theater - Capacity: 20 seats
Dharmawangsa Square - The City Walk
Jl. Dharmawangsa IX, Basement Floor
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T 7278 8337

Read More...

Gelombang Bunyi

23 Juni 2007 | 18.00

Konser - Komposisi elektroakustik

GoetheHaus
Jl. Sam Ratulangi 9-15
Menteng, Jakarta Pusat
T 2355 0208
kultur@jakarta.goethe.org

9 komponis dari seantero Indonesia dipilih dan diundang untuk berkenalan dengan kaidah-kaidah dasar musik elektroakustik dalam sebuah workshop yang berlangsung selama 3 minggu di bawah bimbingan Piet Hein, Otto Sidharta dan Fahmi Alatas untuk mengerjakan komposisi pendeknya sendiri. Dalam komposisi elektroakustik ini bunyi-bunyi yang dihasilkan secara sintetis, suara-suara dari lingkungan dan bunyi-bunyi instrumental diolah bersamaan. 9 komponis muda ini juga akan bekerja dengan materi bunyi-bunyian yang dibawa dari daerah asal mereka.

Hasil dari workshop ini akan dipresentasikan dalam sebuah konser pada 23 Juni di GoetheHaus. Dalam bagian ke dua konser ini ke tiga komponis Fahmi Alatas, Otto Sidharta dan Piet Hein akan memperkenalkan karya mereka sendiri yang terinspirasi oleh syair karya Sitok Srengenge. Mereka merealisasikan penjelasannya yang puitis tentang dunia yang manusiawi lewat komposisi ini. Warna, juga cahaya dan bayangan di sekitar kita di ubah dalam komposisi ini menjadi warna bunyi, bunyi-bunyi yang terang dan pantulan-pantulan suara. Tidak ada benang cerita merajut musik ini, begitu juga dengan tariannya yang berkembang berdasarkan komposisi ini. Baik komposisi dan tarian tersebut merupakan ungkapan perasaan yang bebas seperti syair karya Sitok Srengenge yang nama keluarganya berasal dari bahasa Jawa yang artinya "matahari".

Read More...

Your Ad Here